Friday, March 18, 2022

Tugas 2 Komputasi Modern# Cloud Based Services

Google Cloud Platform



GCP atau Google Cloud Platform, adalah rangkaian layanan cloud publik yang ditawarkan secara langsung oleh para developer Google. Platform ini sejatinya diciptakan Google sebagai cara agar tetap relevan di pasar teknologi.Akan tetapi, setelah diluncurkan, pegiat dunia development menganggap Google Cloud Platform sebagai aplikasi yang cukup mumpuni.Ia mencakup berbagai layanan yang di-hosting untuk keperluan komputasi, storage, dan app development yang berjalan di hardware Google.Lalu, seiring berjalannya waktu GCP juga menawarkan rangkaian layanan komputasi untuk keperluan lain, seperti cost management, pengelolaan data, hingga perancangan AI dan machine learning.Pelanggan kini juga dapat mengakses sumber daya komputer yang disimpan di pusat data Google secara gratis saat menggunakan aplikasi ini.Fitur tersebut diadopsi Google dari kompetitor mereka, yakni Amazon Web Services dan Microsoft Azure.

Sebelum mengetahui lebih lanjut apa itu Google CLoud Platform maka kita harus terlebih dahulu mengetahui apa itu cloud computing Menurut PCMag, cloud computing adalah proses penyimpanan dan mengakses data melalui program yang dibuat oleh provider, dengan menggunakan internet. Layanan ini disebut juga sebagai cloud service. Mayoritas penyedia cloud service tersebut menggunakan sistem on-demand dan pembayaran yang disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Biasanya, pengguna akan diberikan akses gratis dengan batas tertentu. Setelah melewati batasan tersebut, mereka harus membayar per bulan atau tahunan. Nah, ini yang disebut dengan public cloud services. Kalau untuk private, layanannya hanya diberikan untuk orang-orang tertentu saja. Pada dasarnya, sistem ini sangat mempermudah pekerjaan baik itu dalam skala kecil maupun global.Jadi kita sebagai user tidak perlu lagi pergi ke suatu tempat hanya untuk mengambil data yang diperlukan.Dengan cloud computing, yang diperlukan hanyalah koneksi internet dan gadget untuk mengaksesnya. Salah satu contoh penyedia layanan ini adalah Dropbox, Google Cloud, Amazon Web Services (AWS), dan masih banyak lagi. Untuk penulisan ini saya mengambil Google Cloud.

Jenis-Jenis Cloud Computing

Public

Jenis cloud computing pertama adalah yang berbasis public. Jadi, ada third-party yang memiliki dan menyediakan layanan cloud service. Semua sumber daya adalah milik third-party tersebut, mulai dari hardware, pusat data, sampai infrastruktur lainnya. Perusahaan atau pengguna hanya perlu membayar biaya langganan saja, agar bisa menggunakan layanannya.

Private 

Jenis kedua adalah private, biasanya digunakan oleh perusahaan besar yang membutuhkan sumber daya lebih banyak. Pusat data pada private cloud biasanya terletak di perusahaan yang menggunakan layanan tersebut. Meskipun begitu, ada juga provider third-party yang menyediakan layanan ini. Hal yang membedakan dengan public adalah semua layanan dan infrastrukturnya diatur menggunakan jaringan privat.

Hybrid

Jenis ketiga adalah hybrid, gabungan dari privat dan publik yang memungkinkan terjadinya pertukaran data di antara dua jenis cloud ini. Menurut Accenture, hybrid cloud justru meningkatkan keamanan dan banyak aspek lainnya karena tidak menggunakan satu provider cloud saja.

Sistem dalam Cloud Computing

Cloud computing adalah sistem yang terdiri dari berbagai macam layanan. Tiga layanan utamanya adalah Software-as-a-Service (SaaS), Infrastructure-as-a-Service (IaaS), dan Platform-as-a-Service (PaaS). Sebagai berikut :

1. Software-as-a-Service (SaaS)

Mengutip dari IBM, SaaS ini adalah software aplikasi yang di-hosting di dalam cloud dan bisa diakses melalui web atau API yang terintegrasi dengan OS gadget-mu. Beberapa contoh penggunaan sistem SaaS adalah dalam Microsoft Office 365, aplikasi Google, Dropbox, dan masih banyak lagi.

2. Infrastructure-as-a-Service (IaaS)

Bentuk lain dalam cloud computing adalah IaaS. Layanan yang diberikan dalam IaaS adalah sistem pengoperasian, server, dan penyimpanan yang dilakukan menggunakan layanan berbasis IP.

3. Platform-as-a-Service (PaaS)

Terakhir adalah platform-as-a-service. Sebenarnya, PaaS ini kurang lebih sama dengan SaaS. Perbedaannya adalah platform ini digunakan untuk membuat software yang nantinya akan “dikirimkan” melalui internet.

Contoh Daftar Layanan Google Cloud Platform


Analisis Data

BigQuery: BigQuery adalah layanan analisis data yang dikelola sepenuhnya yang memungkinkan usaha menganalisa BigQuery. BigQuery memuat penyimpanan data yang sangat terukur yang menampung hingga sampai dengan ratusan terabyte, kemampuan untuk melakukan kueri ad hoc di kumpulan data multi-terabyte, dan kemampuan untuk berbagi wawasan data melalui web.

Cloud Composer: Cloud Composer adalah layanan orkestrasi alur kerja yang dikelola yang dapat digunakan untuk membuat, menjadwalkan, dan memantau aliran (pipeline) yang menjangkau seluruh cloud dan pusat data lokal. Cloud Composer memungkinkan Anda menggunakan Apache Airflow tanpa perlu repot membuat dan mengelola infrastruktur Airflow yang kompleks.

Cloud Data Fusion: Cloud Data Fusion adalah layanan integrasi data perusahaan berdasarkan cloud atau cloud native, yang dikelola sepenuhnya untuk membangun dan mengelola aliran (pipeline) data dengan cepat. Cloud Data Fusion menyediakan antarmuka grafis untuk membantu meningkatkan efisiensi waktu dan mengurangi kompleksitas serta memungkinkan pengguna usaha, pengembang, dan ilmuwan data membangun solusi integrasi data yang terukur dengan mudah dan andal untuk membersihkan, menyiapkan, memadukan, mengalihkan, dan mengubah data tanpa harus berurusan dengan infrastruktur.

Dataflow: Dataflow adalah layanan yang dikelola sepenuhnya untuk aliran (pipeline) pemrosesan data paralel yang sangat konsisten. Dataflow menyediakan SDK untuk Java dengan primitif yang dapat disusun untuk membangun aliran (pipeline) pemrosesan data untuk pemrosesan batch atau berkelanjutan. Layanan ini mengelola siklus hidup sumber daya Compute Engine dari aliran (pipeline) pemrosesan. Ini juga menyediakan pemantauan antarmuka pengguna untuk memahami kesehatan aliran (pipeline).

Datalab: Datalab adalah alat interaktif untuk eksplorasi, transformasi, analisis, dan visualisasi data Anda di Google Cloud Platform. Lab data berjalan di proyek cloud Anda dan memungkinkan Anda menulis kode untuk menggunakan BigQuery dan layanan penyimpanan lainnya dengan menggunakan kumpulan pustaka yang dibuat oleh Google dan pihak ketiga.

Dataproc: Dataproc adalah layanan Spark dan Hadoop yang cepat, mudah digunakan, dan yang dikelola untuk pemrosesan data terdistribusi. Dataproc menyediakan alat pengelolaan, integrasi, dan pengembangan untuk membuka kunci kekuatan alat pemrosesan data sumber terbuka yang beraneka ragam. Dengan Dataproc, Anda dapat membuat kelompok Spark/Hadoop sesuai ukuran beban kerja Anda tepat saat Anda membutuhkannya.

Pub/Sub: Pub/Sub dirancang untuk menyediakan olah pesan yang andal, banyak-ke-banyak, dan tidak sinkron antar aplikasi. Aplikasi penerbit dapat mengirim pesan ke "topik" dan aplikasi lain dapat berlangganan topik tersebut untuk menerima pesan tersebut. Dengan memisahkan pengirim dan penerima, Pub/Sub memungkinkan pengembang untuk berkomunikasi antara aplikasi tertulis secara mandiri.

Data Catalog: Data Catalog adalah layanan pengelolaan metadata yang dikelola sepenuhnya dan terukur yang memberdayakan organisasi untuk menemukan, mengelola, dan memahami datanya dengan cepat di Google Cloud. Data Catalog menawarkan Data Catalog pusat di seluruh Layanan Google Cloud tertentu yang memungkinkan organisasi untuk memiliki tampilan terpadu dari aset data mereka.

Cloud Life Sciences (sebelumnya Google Genomics) menyediakan layanan dan alat untuk mengelola, memproses, dan mengubah data ilmu kehidupan.


Databases

Cloud Bigtable: Cloud Bigtable adalah suatu layanan basis data NoSQL yang cepat, dikelola sepenuhnya, dapat diukur secara tinggi. Cloud Bigtable dirancang untuk pengumpulan dan penyimpanan data dari 1 TB sampai ratusan PB.

Datastore: Datastore adalah datastore yang dikelola sepenuhnya, tanpa skema dan tanpa keterhubungan. Datastore menyediakan suatu rangkaian yang kaya akan kemampuan membuat kueri, transaksi atomik dukungan, dan skala otomatis naik dan turun sebagai tanggapan kepada beban. Datastore mampu untuk mendukung suatu aplikasi dengan jumlah 1.000 pemakai atau 10 juta pemakai tanpa perubahan kode.

Firestore: Firestore adalah basis data dokumen NoSQL untuk menyimpan, menyinkronkan, dan membuat kueri data untuk aplikasi seluler dan web. Pustaka kliennya menyediakan sinkronisasi langsung dan dukungan luring, sementara fitur keamanan dan integrasinya dengan Firebase dan Google Cloud Platform mempercepat pembuatan aplikasi tanpa server.

Memorystore: Memorystore, yang mencakup Memorystore untuk Redis dan Memorystore untuk Memcached, menyediakan layanan penyimpanan data dalam memori yang dikelola sepenuhnya yang memungkinkan pelanggan untuk menyebarkan tembolok atau caches yang didistribusikan yang menyediakan akses data sub-milidetik.

Cloud Spanner: Cloud Spanner adalah layanan basis data yang berhubungan yang dikelola sepenuhnya dan sangat penting. Ini dirancang untuk menyediakan basis data pemrosesan transaksi daring yang terukur (OLTP) dengan ketersediaan tinggi dan konsistensi yang kuat di skala global.

Cloud SQL: Cloud SQL adalah layanan web yang memungkinkan Anda membuat, mengonfigurasi, dan menggunakan basis data yang berhubungan yang ada di Google Cloud. Cloud SQL adalah layanan yang dikelola sepenuhnya yang memelihara, mengelola, dan mengadministrasikan basis data Anda, memungkinkan Anda untuk fokus di aplikasi dan layanan Anda.

Komputasi

Engine App: Engine App memampukan Anda untuk membuat dan menghos aplikasi pada sistem yang sama yang menggerakan aplikasi Google. Engine App menawarkan pengembangan dan penggunaan yang cepat; administrasi yang sederhana, tanpa kekhawatiran mengenai perangkat keras, patches atau cadangan; dan keterukuran yang mudah.

Compute Engine: Compute Engine menawarkan kemampuan komputasi mesin virtual yang dapat terukur dan fleksibel dalam cloud, dengan opsi untuk menggunakan CPU, GPU, atau Cloud TPU tertentu. Anda dapat menggunakan Compute Engine untuk memecahkan persoalan-persoalan pemrosesan dan analitis skala besar pada komputasi, penyimpanan, dan infrastruktur jaringan dari Google.

Google Cloud VMware Engine (GCVE) adalah suatu VMware-berbentuk-Layanan yang secara khusus dirancang untuk menjalankan beban kerja VMware pada Google Cloud Platform. GCVE memampukan para pelanggan untuk menjalankan mesin virtual VMware sebagaimana aslinya dalam pusat data berbasis perangkat lunak yang didedikasikan, tersendiri.


Manfaat dan Kelebihan GCP

  • Harga cenderung lebih murah dari kompetitor.
  • Global fiber network yang privat.
  • Migrasi langsung dari virtual machine.
  • Mampu meningkatkan kinerja development.
  • Keamanan sistem yang mumpuni.
  • Layanan yang didedikasikan untuk ekspansi berkelanjutan

Sumber 










Friday, March 4, 2022

Tugas 1 Komputasi Modern #

Teori Komputasi 

Teori Komputasi adalah cabang ilmu komputer dan matematika yang membahas apakah dan bagaimanakah suatu malasah dapat dipecahkan pada model komputasi, menggunakan algoritma. Bidang ilmu ini terutama membahasa hal terkait komputabilitas dan kompleksitas, dalam kaitanya dengan formalisme komputasi. Teori Komputasi itu pun dibagi menjadi 3 : 

1. Teori Ototmata ( Automata Theory)

        Teori Otomata adalah teori mengenai mesin-mesin abstrak, dan berkaitan erat dengan teori bahasa formal. ada beberapa hal yang berkaitan dengan Otomata, yaitu Grammar. Grammar adalah bentuk abstrak yang dapat diterima (accept) untuk membangkitkan suatu kalimat otomata berdasarkan suatu aturan tertentu.

2. Teori Komputabilitas (Computability Theory)

       Teori komputabilitas bertujuan untuk memeriksa apakah persoalan komputasi dapat dipecahkan pada suatu model komputasi teoritis. Dengan kata lain, teori komputabilitas mengklasifikasikan persoalan sebagai dapat dipecahkan (solvable) atau persoalan yang tidak dapat dipecahkan (unsolvable). Teori kompleksitas bertujuan untuk mengkaji kebutuhan waktu dan ruang untuk memecahkan persoalan yang diselesaikan dengan pendekatan yang berbeda-beda.

3. Teori Kompleksitas ( Computational Complexity Theory)

        Teori kompleksitas mengaklasifikasikan persoalan sebagai persoalan mudah (easy) atau persoalan sukar (hard). 

    Agar lebih jelas lagi mengenai komputasi, ada beberapa contoh komputasi pada bidangnya masing-masing. Diantaranya yaitu :

A. Teori Komputasi Di Bidang Ilmu Fisika

Komputasi digunakan dalam ilmu fisika sebagai alat menyelesaikan permasalahan medan magnet menggunakan komputasi fisika dengan menentukan besarnya medan magnet dan membandingkannya dengan panjang kawat. 

B. Teori Komputasi Di Bidang Ilmu Kimia

Komputasi memungkinkan digunakan untuk peramalan sifat-sifat atom dan molekul. Komputasi juga dapat dilakukan untuk menjelajahi mekanisme reaksi dan menjelaskan pengamatan pada reaksi di laboratorium serta memahami sifat dan perubahan pada sistem mikroskopis melalui simulasi yang berlandaskan hukum interaksi yang ada pada sistem. 

C. Teori Komputasi Di Bidang Ilmu Matematika

Penerapan teknik-teknik komputasi matematika meliputi metode numerik, scientifik computing, metode ielemen hingga metode beda, scientific data mining, scientific process control dan metode terkait lainnya untuk menyelesaikan masalah nyata berskala besar. 

D. Teori Komputasi Di Bidang Ilmu Ekonomi

Mempelajari titik pertemuan antara ekonomi dan komputasi meliputi agent-based computational modelling, computational econometrics, dan statistic, komputasi keuangan, computational modelling of dynamic macroeconomic systems dan pengembangan alat bantu dalam pendidikan komputasi ekonomi. 

E. Teori Komputasi Di Bidang Ilmu Biologi

Merupakan penerapan berupa aplikasi dari teknologi informasi dan ilmu komputer terhadap bidang biologi molekuler. 

F. Teori Komputasi Di Bidang Ilmu Geografi

Komputasi awan didefinisikan sebagai sebuah model yang memungkinkan kenyamanan, akses on-demand terhadapa kumpulan sumber daya komputasi (contohnya jaringan, server, media penyimpanan, aplikasi dan layanan komputasi) yang konfigurasinya dapat dilakukan dengan cepat dan disertai sedikit usaha untuk mengelola dan berhubungan dengan penyedia layanan.

Pada tugas ini saya memilih membahas lebih lanjut mengenai implementasi teori komputasi di bidang Biologi. 

Implementasi Teori Komputasi  Bidang Kimia

Kimia

        Implementasi komputasi modern di bidang kimia ada Computational Chemistry yaitu penggunaan ilmu komputer untuk  membantu menyelesaikan masalah kimia, contohnya penggunaan super komputer untuk menghitung struktur dan sifat molekul. Istilah kimia teori dapat didefinisikan sebagai deskripsi matematika untuk kimia, sedangkan kimia komputasi biasanya digunakan ketika metode matematika dikembangkan dengan cukup baik untuk dapat digunakan dalam program komputer. Perlu dicatat bahwa kata "tepat" atau "sempurna" tidak muncul di sini, karena sedikit sekali aspek kimia yang dapat dihitung secara tepat. Hampir semua aspek kimia dapat digambarkan dalam skema komputasi kualitatif atau kuantitatif hampiran.

        Molekul terdiri atas inti dan elektron, sehingga diperlukan metode mekanika kuantum. Kimiawan komputasi sering berusaha memecahkan persamaan Schrödinger non-relativistik, dengan penambahan koreksi relativistik, walaupun beberapa perkembangan telah dilakukan untuk memecahkan persamaan Schrödinger yang sepenuhnya relativistik. Pada prinsipnya persamaan Schrödinger mungkin diselesaikan, baik dalam bentuk bergantung-waktu atau tak-bergantung-waktu, disesuaikan dengan masalah yang dikaji, tetapi pada praktiknya tidak mungkin kecuali untuk sistem yang amat kecil. Karena itu, sejumlah besar metode hampiran dikembangkan untuk mencapai kompromi terbaik antara ketepatan perhitungan dan biaya komputasi.


        Dalam kimia teori, kimiawan dan fisikawan secara bersama mengembangkan algoritma dan program komputer untuk memungkinkan peramalan sifat-sifat atom dan molekul, dan/atau lintasan reaksi untuk reaksi kimia, serta simulasi sistem makroskopis. Kimiawan komputasi kebanyakan “sekedar” menggunakan program komputer dan metodologi yang ada dan menerapkannya untuk permasalahan kimia tertentu. Di antara sebagian besar waktu yang digunakan untuk hal tersebut, kimiawan komputasi juga dapat terlibat dalam pengembangan algoritma baru, maupun pemilihan teori kimia yang sesuai, agar diperoleh proses komputasi yang paling efisien dan akurat.

    Terdapat beberapa pendekatan yang dapat dilakukan:Kajian komputasi dapat dilakukan untuk menemukan titik awal untuk sintesis dalam laboratorium.
1. Kajian komputasi dapat digunakan untuk menjelajahi mekanisme reaksi dan menjelaskan pengamatan pada reaksi di laboratorium.
2.   Kajian komputasi dapat digunakan untuk memahami sifat dan perubahan pada sistem makroskopis melalui simulasi yang berlandaskan hukum-hukum interaksi yang ada dalam sistem.

Terdapat beberapa bidang utama dalam topik ini, antara lain:
·  Penyajian komputasi atom dan molekul
·  Pendekatan dalam penyimpanan dan pencarian spesi kimia (Basisdata kimia)
· Pendekatan dalam penentuan pola dan hubungan antara struktur kimia dan sifat-sifatnya  (QSPR, QSAR).
·  Elusidasi struktur secara teoretis berdasarkan pada simulasi gaya-gaya
·  Pendekatan komputasi untuk membantu sintesis senyawa yang efisien
· Pendekatan komputasi untuk merancang molekul yang berinteraksi lewat cara-cara yang khusus, khususnya dalam perancangan obat.
·  Simulasi proses transisi fase
·  Simulasi sifat-sifat bahan seperti polimer, logam, dan kristal (termasuk kristal cair).
Sejumlah paket perangkat lunak menyediakan berbagai metode kimia-kuantum. Di antara yang luas digunakan adalah:
·  Gaussian
·  Gamess
·  Q-Chem
·   ACES
·   Dalton
·   Spartan
·   Psi
·   PLATO (Package for Linear Combination of Atomic Orbitals)
·   MOLCAS
·   MOLPRO
·   MPQC
·   NWChem
·   Psi3
·   PC GAMESS
·   Spartan
·   TURBOMOLE

Sumber : 


https://id.wikipedia.org/wiki/Kimia_komputasi





Komputrasi Modern# Tugas Rangkuman

Sistem Pemecahan Dari Persamaan Linear (Solving Systems of Linear Equations) Introduction ( Pengantar ) Sistem pemecahan persamaan linier di...